KEMAMPUAN PEMAHAMAN MATEMATIKA
Kemampuan Pemahaman Matematika
Kemampuan pemahaman matematis adalah salah satu tujuan penting dalam
pembelajaran, memberikan pengertian bahwa materi-materi yang diajarkan
kepada siswa bukan hanya sebagai hafalan, namun lebih dari itu dengan
pemahaman siswa dapat lebih mengerti akan konsep materi pelajaran itu
sendiri. Pemahaman matematis juga merupakan salah satu tujuan dari
setiap materi yang disampaikan oleh guru, sebab guru merupakan
pembimbing siswa untuk mencapai konsep yang diharapkan. Hal ini sesuai
dengan Hudoyo yang menyatakan: “Tujuan mengajar adalah agar pengetahuan
yang disampaikan dapat dipahami peserta didik“. Pendidikan yang baik
adalah usaha yang berhasil membawa siswa kepada tujuan yang ingin
dicapai yaitu agar bahan yang disampaikan dipahami sepenuhnya oleh
siswa.Pemahaman merupakan terjemahan dari istilah understanding yang diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi yang dipelajari. Lebih lanjut Michener menyatakan bahwa pemahaman merupakan salah satu aspek dalam Taksonomi Bloom. Pemahaman diartikan sebagai penyerapan arti suatu materi bahan yang dipelajari. Untuk memahami suatu objek secara mendalam seseorang harus mengetahui: 1) objek itu sendiri; 2) relasinya dengan objek lain yang sejenis; 3) relasinya dengan objek lain yang tidak sejenis; 4) relasi-dual dengan objek lainnya yang sejenis; 5) relasi dengan objek dalam teori lainnya.
Ada tiga macam pemahaman matematik, yaitu : pengubahan (translation), pemberian arti (interpretasi) dan pembuatan ekstrapolasi (ekstrapolation). Pemahaman translasi digunakan untuk menyampaikan informasi dengan bahasa dan bentuk yang lain dan menyangkut pemberian makna dari suatu informasi yang bervariasi. Interpolasi digunakan untuk menafsirkan maksud dari bacaan, tidak hanya dengan kata-kata dan frase, tetapi juga mencakup pemahaman suatu informasi dari sebuah ide. Sedangkan ekstrapolasi mencakup estimasi dan prediksi yang didasarkan pada sebuah pemikiran, gambaran kondisi dari suatu informasi, juga mencakup pembuatan kesimpulan dengan konsekuensi yang sesuai dengan informasi jenjang kognitif ketiga yaitu penerapan (application) yang menggunakan atau menerapkan suatu bahan yang sudah dipelajari ke dalam situasi baru, yaitu berupa ide, teori atau petunjuk teknis.
Bloom mengklasifikasikan pemahaman (Comprehension) ke dalam jenjang kognitif kedua yang menggambarkan suatu pengertian, sehingga siswa diharapkan mampu memahami ide-ide matematika bila mereka dapat menggunakan beberapa kaidah yang relevan. Dalam tingkatan ini siswa diharapkan mengetahui bagaimana berkomunikasi dan menggunakan idenya untuk berkomunikasi. Dalam pemahaman tidak hanya sekedar memahami sebuah informasi tetapi termasuk juga keobjektifan, sikap dan makna yang terkandung dari sebuah informasi. Dengan kata lain seorang siswa dapat mengubah suatu informasi yang ada dalam pikirannya kedalam bentuk lain yang lebih berarti.
Ada beberapa jenis pemahaman menurut para ahli yaitu:
- Polya, membedakan empat jenis pemahaman:
- Pemahaman mekanikal, yaitu dapat mengingat dan menerapkan sesuatu secara rutin atau perhitungan sederhana.
- Pemahaman induktif, yaitu dapat mencobakan sesuatu dalam kasus sederhana dan tahu bahwa sesuatu itu berlaku dalam kasus serupa.
- Pemahaman rasional, yaitu dapat membuktikan kebenaran sesuatu.
- Pemahaman intuitif, yaitu dapat memperkirakan kebenaran sesuatu tanpa ragu-ragu, sebelum menganalisis secara analitik.
- Polattsek, membedakan dua jenis pemahaman:
- Pemahaman komputasional, yaitu dapat menerapkan sesuatu pada perhitungan rutin/sederhana, atau mengerjakan sesuatu secara algoritmik saja.
- Pemahaman fungsional, yaitu dapat mengkaitkan sesuatu dengan hal lainnya secara benar dan menyadari proses yang dilakukan.
- Copeland, membedakan dua jenis pemahaman:
- Knowing how to, yaitu dapat mengerjakan sesuatu secara rutin/algoritmik.
- Knowing, yaitu dapat mengerjakan sesuatu dengan sadar akan proses yang dikerjakannya.
- Skemp, membedakan dua jenis pemahaman:
- Pemahaman instrumental, yaitu hafal sesuatu secara terpisah atau dapat menerapkan sesuatu pada perhitungan rutin/sederhana, mengerjakan sesuatu secara algoritmik saja.
- Pemahaman relasional, yaitu dapat mengkaitkan sesuatu dengan hal lainnya secara benar dan menyadari proses yang dilakukan.
Sedangkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap konsep matematika menurut NCTM (1989 : 223) dapat dilihat dari kemampuan siswa dalam: (1) Mendefinisikan konsep secara verbal dan tulisan; (2) Mengidentifikasi dan membuat contoh dan bukan contoh; (3) Menggunakan model, diagram dan simbol-simbol untuk merepresentasikan suatu konsep; (4) Mengubah suatu bentuk representasi ke bentuk lainnya; (5) Mengenal berbagai makna dan interpretasi konsep; (6) Mengidentifikasi sifat-sifat suatu konsep dan mengenal syarat yang menentukan suatu konsep; (7) Membandingkan dan membedakan konsep-konsep.
Pemahaman matematis penting untuk belajar matematika secara bermakna, tentunya para guru mengharapkan pemahaman yang dicapai siswa tidak terbatas pada pemahaman yang bersifat dapat menghubungkan. Menurut Ausubel bahwa belajar bermakna bila informasi yang akan dipelajari siswa disusun sesuai dengan struktur kognitif yang dimiliki siswa sehingga siswa dapat mengkaitkan informasi barunya dengan struktur kognitif yang dimiliki. Artinya siswa dapat mengkaitkan antara pengetahuan yang dipunyai dengan keadaan lain sehingga belajar dengan memahami.
DAFTAR PUSTAKA
NCTM. (1989). Curriculum and Evaluation Standards for School Mathematics. Reston, VA : NCTM
Hudojo, Herman. (2003). Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran Matematika. JICA. Universitas Negeri Malang
Hudoyo, Herman. (1985). Teori Belajar Dalam Proses Belajar-Mengajar Matematika. Jakarta. Depdikbud.
Artikel ini diambil dari : https://herdy07.wordpress.com/2010/05/27/kemampuan-pemahaman-matematis/
IPM PATUT DIUNGGULKAN
Tidak dapat di pungkiri dua organisasi ortonom ini saling mengadu eksistensi dikalangan para pelajar, bahkan meninjau dari beberapa sekolah yang berlabel muhammadiyah, masih banyak yang menggunakan sistem organisasi pelajar yang cenderung pada Organisasi Siswa Intra Sekolah,walaupun pada hakikatnya sama. tetapi IPM yang dulu di kenal sebagai IRM, tentu saja memilki perbedaan yang signifikan. Misalnya dilihat dari sudut pandang wilayah teritorial, IPM memiliki tingkatan yang lebih meluas dan menjangkau di bandingkan OSIS. tingkatan tersebut adalah :
1. Pimpinan Ranting yang meliputi sekolah-sekolah yang berlabel muhammadiyah.
2. Pimpinan Cabang yang meliputi kecamatan yang terdiri atas eksistensi ranting-ranting penyusunnya.
3. Pimpinan Daerah yang meliputi jangkauan kota maupun kabupaten yang terdiri atas eksistensi pimpinan cabang yang menyusunnya.
4. Pimpinan Wilayah yang mencakup jangkauan provinsi yang terdiri dari eksisitensi berbagai daerah.
5. Pimpinan Pusat yang mencakup seluruh jangkauan nasional di seluruh pelosok Indonesia.
IPM pada dasarnya berkisar pada pelajar bukan hanya pelajar dari Sekolah Menengah atas saja, melainkan meliputi Sekolah Menengah Pertama dan Mahasiswa pun ikut bergabung di IPM, setidaknya hingga berusia 24 tahun. Sehingga disinilah suatu keunikan dari sebuah nama organisasi otonom muhammadiyah ini.
Ditinjau dari dua aspek penentu keberhasilan suatu organisasi dapat di lihat dari sudut kualitas dan kuantitas sebagai berikut :
1. Segi kualitas
Aktivis yang ikut bergabung di IPM mulai dari ranting hingga pusat, merupakan orang-orang yang kritis dan berwawasan luas. Mereka mencoba menjadi seorang akademisi tanpa meninggalkan namanya sebagai akitivis.
2. Segi kuantitas
Melihat gejala yang terjadi pada pelajar muhammadiyyah khususnya kota bandung dan umumnya pelajar muhammadiyah se-Indonesia, bukanlah menjadi konflik yang pelik bagi organisasi IPm untuk melebarkan sayap cakupannya di kiprahnya sebagai organisasi yang menangani dan bergerak pada kalangan pelajar.
1. Pimpinan Ranting yang meliputi sekolah-sekolah yang berlabel muhammadiyah.
2. Pimpinan Cabang yang meliputi kecamatan yang terdiri atas eksistensi ranting-ranting penyusunnya.
3. Pimpinan Daerah yang meliputi jangkauan kota maupun kabupaten yang terdiri atas eksistensi pimpinan cabang yang menyusunnya.
4. Pimpinan Wilayah yang mencakup jangkauan provinsi yang terdiri dari eksisitensi berbagai daerah.
5. Pimpinan Pusat yang mencakup seluruh jangkauan nasional di seluruh pelosok Indonesia.
IPM pada dasarnya berkisar pada pelajar bukan hanya pelajar dari Sekolah Menengah atas saja, melainkan meliputi Sekolah Menengah Pertama dan Mahasiswa pun ikut bergabung di IPM, setidaknya hingga berusia 24 tahun. Sehingga disinilah suatu keunikan dari sebuah nama organisasi otonom muhammadiyah ini.
Ditinjau dari dua aspek penentu keberhasilan suatu organisasi dapat di lihat dari sudut kualitas dan kuantitas sebagai berikut :
1. Segi kualitas
Aktivis yang ikut bergabung di IPM mulai dari ranting hingga pusat, merupakan orang-orang yang kritis dan berwawasan luas. Mereka mencoba menjadi seorang akademisi tanpa meninggalkan namanya sebagai akitivis.
2. Segi kuantitas
Melihat gejala yang terjadi pada pelajar muhammadiyyah khususnya kota bandung dan umumnya pelajar muhammadiyah se-Indonesia, bukanlah menjadi konflik yang pelik bagi organisasi IPm untuk melebarkan sayap cakupannya di kiprahnya sebagai organisasi yang menangani dan bergerak pada kalangan pelajar.
Contoh TATA TERTIB PESERTA
TATA TERTIB
PESERTA ORASI 2012
·
Tidak melakukan aktifitas lain yang dapat
mengganggu berlangsungnya acara.
·
Hp di getarkan atau di silent selama
kegiatan/acara berlangsung.
·
Memakai atribut dan peralatan yang telah
ditentukan panitia.
·
Bersikap santun kepada sesama peserta dan
panitia.
·
Menjaga kebersihan di mana pun berada (
tidak membuang sampah sembarangan terutama ditempat kegiatan ORASI).
·
Meminta izin kepada panitia ketika ingin
keluar pada saat kegiatan/acara berlangsung.
·
Tidak diperbolehkan merokok atau mengkonsumsi
zat aditif lain pada saat acara.
·
Apabila tata tertib ini dilanggar, maka
panitia memberikan punishment bisa berupa menghapal vocab dan mufradat atau
yang lainnya selama tidak melanggar hak asasi manusia.
maaf sebelumnya, ini adalah tata tertib ORASI UKM di UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SGD BANDUNG, jadi mungkin banyak perbedaan.
SKALA PENGUKURAN DALAM PENELITIAN
Ada empat tipe skala pengukuran dalam penelitian, yaitu nominal, ordinal, interval dan ratio.
A. Skala Nominal
Skala pengukuran nominal digunakan untuk mengklasifikasikan obyek, individual atau kelompok; sebagai contoh mengklasifikasi jenis kelamin, agama, pekerjaan,
dan area geografis. Dalam mengidentifikasi hal-hal di atas digunakan
angka-angka sebagai symbol. Apabila kita menggunakan skala pengukuran
nominal, maka statistik non-parametrik digunakan untuk menganalisa
datanya. Hasil analisa
dipresentasikan dalam bentuk persentase. Sebagai contoh kita
mengklaisfikasi variable jenis kelamin menjadi sebagai berikut:
laki-laki kita beri simbol angka 1
dan wanita angka 2. Kita tidak dapat melakukan operasi arimatika dengan
angka-angka tersebut, karena angka-angka tersebut hanya menunjukkan
keberadaan atau ketidakadanya karaktersitik tertentu.
Contoh:
Jawaban pertanyaan berupa dua pilihan
“ya” dan “tidak” yang bersifat kategorikal dapat diberi symbol
angka-angka sebagai berikut: jawaban “ya” diberi angka 1 dan tidak
diberi angka 2.
B. Skala Ordinal
Skala pengukuran ordinal memberikan informasi tentang jumlah relatif karakteristik berbeda yang dimiliki oleh obyek atau individu tertentu. Tingkat pengukuran ini mempunyai informasi skala nominal ditambah dengan sarana peringkat relatif tertentu yang memberikan informasi apakah suatu obyek memiliki karakteristik yang lebih atau kurang tetapi bukan berapa banyak kekurangan dan kelebihannya.
Contoh:
Jawaban pertanyaan berupa peringkat misalnya: sangat tidak setuju, tidak
setuju, netral, setuju dan sangat setuju dapat diberi symbol angka 1,
2,3,4 dan 5. Angka-angka ini hanya merupakan simbol peringkat, tidak mengekspresikan jumlah.
C. Skala Interval
Skala interval mempunyai karakteristik seperti yang dimiliki oleh skala nominal dan ordinal dengan ditambah karakteristik lain, yaitu berupa adanya interval yang tetap. Dengan demikian peneliti dapat melihat besarnya perbedaan karaktersitik antara satu individu atau obyek dengan lainnya. Skala pengukuran interval benar-benar merupakan angka. Angka-angka yang digunakan dapat dipergunakan dapat dilakukan operasi aritmatika, misalnya dijumlahkan atau dikalikan. Untuk melakukan analisa, skala pengukuran ini menggunakan statistik parametric.
Contoh:
Jawaban pertanyaan menyangkut frekuensi dalam pertanyaan, misalnya:
Berapa kali Anda melakukan kunjungan ke Jakarta dalam satu bulan?
Jawaban: 1 kali, 3 kali, dan 5 kali. Maka angka-angka 1,3, dan 5
merupakan angka sebenarnya dengan menggunakan interval 2.
D. Skala Ratio
Skala pengukuran ratio mempunyai semua karakteristik yang dipunyai oleh skala nominal, ordinal dan interval
dengan kelebihan skala ini mempunyai nilai 0 (nol) empiris absolut.
Nilai absoult nol tersebut terjadi pada saat ketidakhadirannya suatu
karakteristik yang sedang diukur. Pengukuran ratio biasanya dalam bentuk
perbandingan antara satu individu atau obyek tertentu dengan lainnya.
Contoh:
Berat Sari 35 Kg sedang berat Maya 70 Kg. Maka berat Sari dibanding dengan berat Maya sama dengan 1 dibanding 2.
PERTAMA DI INDONESIA, SumSel luncurkan Kuliah Gratis
Minggu, 23 Agustus 2015, 20:24
PALEMBANG - Gubernur Sumsel Alex Noerdin meluncurkan program kuliah gratis yang akan diselenggarakan mulai tahun ajaran ini. Program itu merupakan yang pertama diselenggarakan pemerintah provinsi di Indonesia.
Sebelumnya, Sumsel telah menggratiskan biaya Pendidikan dari tingkat SD hingga SLTA atau sederajat baik negeri atau swasta sejak 2008. Bahkan, khusus di Kabupaten Musi Banyuasin sudah dilakukan sejak 2002.
Kebijakan itu juga merupakan perwujudan janji Alex dan sang wakil Ishak Mekki saat kampanye dua tahun silam. Alex mengatakan, APBD yang dialokasikan sebesar Rp 50 miliar.
"Kami tidak menetapkan secara pasti berapa mahasiswa yang akan mendapatkan program kuliah gratis ini. Namun akan disesuaikan dengan anggaran awal terlebih dahulu. Ke depannya anggaran akan ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah," tutur Alex, Minggu (23/8).
Namun, Pemprov Sumsel jua menerapkan tiga syarat. Yakni, calon mahasiswa berasal dari keluarga yang tidak mampu secara finansial, lulus seleksi masuk, serta bukan perokok aktif..
"Tidak ada alasan bagi masyarakat Sumsel untuk tidak sekolah dan mendapatkan kesempatan memperoleh pendidikan tinggi. Semua biaya yang dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan akademis sudah disiapkan. Semua ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sumsel," tutur Alex.
Pemprov Sumsel menggandeng Universitas di Korea Jeonju University dan Nanjing Polytechnich Institute Tiongkok untuk menjalankan program kuliah gratis tersebut.
Dari dalam negeri, Sumsel menggandeng Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah, Politeknik Sriwijaya, serta UIN Syarif Hidayatulah, Jakarta. (esy/jpnn)
www.jpnn.com
NEGARA TAK SERIUS FASILITASI PENDIDIKAN

JAKARTA
- Tujuh dekade sejak kemerdekaan Indonesia, masih banyak masalah menghadang pendidikan di Tanah Air. Kondisi ini menunjukkan ketidakseriusan pemerintah memfasilitasi pendidikan.
Kordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) atau Network for Education Watch Indonesia (NEW Indonesia) Abdul Waidl, menjelaskan, salah satu masalah pendidikan yang masih belum terselesaikan adalah perihal akses.
"Saat ini akses pendidikan masih jauh dari harapan," kata Waidl dalam konferensi pers di Indonesia Corruption Watch (ICW), Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2015).
Seharusnya, kata Waidl, pemerintah memerhatikan akses pendidikan hingga 12 tahun atau hingga pelajar lulus dari bangku SMA. JPPI sendiri mendukung pelaksanaan wajib belajar 12 tahun karena bertalian erat dengan penguatan SDM menghadapi persaingan yang kian global di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
"Posisi kita sangat lemah dari bidang apa pun. Karena itulah, jenjang SMA menjadi salah satu syarat minimal agar SDM bisa bersaing di tingkat global," imbuhnya.
Waidl berharap, tidak hanya serius memfasilitasi pendidikan Tanah Air, negara juga bertanggungjawab melaksanakan wajib belajar 12 tahun, bukan hanya sembilan tahun. Guna mendorong penerapannya, September 2014 JPPI mengajukan uji materi atas UU Sisdiknas tentang wajib belajar ke Mahkamah Konstitusi. Namun hampir setahun berselang, kasus tersebut masih mengendap.
"Kami sudah mengirimkan surat agar bisa mempercepat sidang tapi belum ada kejelasan," imbuhnya.
Afriani Susanti (Jurnalis)
KIP (Kartu Indonesia Pintar) Beri Anak Bangsa Masa Depan Cerah

PONTIANAK - Kartu Sakti ala Presiden Joko Widodo menjadi program prioritas dalam peningkatan kesejahteraan. Salah satunya, Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang diharapkan memberi anak bangsa masa depan lebih cerah.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan mengatakan, KIP diberikan untuk membantu anak-anak supaya bisa meneruskan pendidikan dan bisa meraih masa depan yang baik.
"Dengan pemerintah memberikan KIP, insya Allah anak-anak kita nanti menjadi anak yang pintar untuk masa depan yang cerah. Karena itu, manfaatkan sesuai tujuannya, khususnya untuk kegiatan terkait pendidikan, ujar Anies kepada wartawan di Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2015).
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji menyatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan pendataan masyarakat yang berhak menerima Kartu Sakti. Setelah pendataan tuntas, hasilnya akan diserahkan kepada pemerintah pusat.
"Kami hanya menyerahkan datanya, jumlahnya nanti ditentukan oleh pemerintah pusat. Bagi kami, semakin banyak yang menerima semakin bagus," katanya.
Sutarmidji menambahkan, pihaknya akan mengusulkan 33 ribu penerima Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), 200 ribu lebih Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan sekira 30 ribu KIP. "Nanti kami usulkan dulu ke pemerintah pusat. Mudah-mudahan banyak yang disetujui untuk menerima Kartu Sakti itu," pungkasnya.
Dina Prihatini (Jurnalis)
SISTEM PEMERATAAN PENDIDIKAN
Jenjang pendidikan baik tingkat menengah pertama ataupun menengah atas, masih sangat di butuhkan sekali. Namun hanya sekolah favorit yang sangat di minati banyak orang. Bagi kalangan menengah ke bawah banyak halangan untuk menuju sekolah favorit atau sekolah yang berada Cluster I,salah satunya biaya. Bagi sebagian masyarakat tentunya kalangan yang kurang mampu (materi) itu menjadi hal yang kurang mungkin, mengingat boaya operasional yang harus dikeluarkan sangat besar bahkan ada beberapa sekolah menengah atas yang biayanya melebihi biaya universitas. Beberapa lulusan yang kurang mampu yang lulus tingkat SMP/SD mengaku tidak akan melanjutkan ke sekolah yang memerlukan biaya yang sangat besar dan akan memilih sekolah yang biasa dan biayanya terjangkau.
Hal ini pendidikan yang di alami masyarakat menengah ke bawah krang berkualitas. Nah dari sinilah masyarakat menengah ke bawah menjadi terbelakangi. Jenjang pendidikan yang harusnya bisa dinikmati oleh semua kalangan,ternyata khayalan belaka. Mahalnya biaya dapat membuat kalangan menengah ke bawahmengurung cita-citanya/memberhentikan pendidikan yang diinginkannya yaitu sekolah favorit yang berada di Cluster I paling tidak masuk ke Cluster II.Sebenarnya bukan seleksi saja yang meluluskan untuk bisa masuk ke sekolah favorit, tetapi mahalnya biaya yang menjadikan mundurnya tekad dan semangat belajar.
Mahalnya pendidikan justru akan melenggengkan panjajahan Kapitalisme di Indonesia sebab kunci utama keluar dari penjajahan menuju kebangkitan adalah peningkatan tariff berpikir umat. Pendidikan merupakan salah satu unsur penting taraf berpikir umat. (HTI Buletin Al-Islam Edisi 565)
Maka dari itu, perlunya ada sistem pemerataan pendidikan salah satu dengan cara :
Hal ini pendidikan yang di alami masyarakat menengah ke bawah krang berkualitas. Nah dari sinilah masyarakat menengah ke bawah menjadi terbelakangi. Jenjang pendidikan yang harusnya bisa dinikmati oleh semua kalangan,ternyata khayalan belaka. Mahalnya biaya dapat membuat kalangan menengah ke bawahmengurung cita-citanya/memberhentikan pendidikan yang diinginkannya yaitu sekolah favorit yang berada di Cluster I paling tidak masuk ke Cluster II.Sebenarnya bukan seleksi saja yang meluluskan untuk bisa masuk ke sekolah favorit, tetapi mahalnya biaya yang menjadikan mundurnya tekad dan semangat belajar.
Mahalnya pendidikan justru akan melenggengkan panjajahan Kapitalisme di Indonesia sebab kunci utama keluar dari penjajahan menuju kebangkitan adalah peningkatan tariff berpikir umat. Pendidikan merupakan salah satu unsur penting taraf berpikir umat. (HTI Buletin Al-Islam Edisi 565)
Maka dari itu, perlunya ada sistem pemerataan pendidikan salah satu dengan cara :
- Pemerataan pendidikan (materi yang di berikan)
- Pertukaran guru-guru Negeri ke Swasta.
- Mengadakan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta biayanya terjangkau untuk semua kalangan.
BASA SILOKA SASTRA
Mun di tilik tina carita wayang anu enggal ku urang dikupingkeun,tos teu asing deui ari lima pandawa mah.
Bapak pandawa nyaeta Prabu Kresna
Nagara Kresna nyaeta nagara Jenggala Manik
Jenggala asal kata tina jegala = begal anu hartosna Ngarebut (Merebut)
Manik nyaeta hideung upami di hartoskeun nyaeta Kulit hitam
nah ieu sifat nagara Amerika, bangsa AS geus pihariwangeun,ari nu sabenernamah orang amerika teh lain barodas tapi rada beureum jeung hideng.
Ieu ngagambarkeun suku di Amerika geus eleh ku bangsa Inggris
Aya lima Pandawa dina eta carita
Kusumah = nafsu
nagarana ngarana Indraprahasta anu artina
Indra =panca indra
Pra = saacan
Hasta = gawe
Nah ieu ngagambarkeun nagara Jepang, Manehna hirupna sauukur nafsu ngan mihareup duit.(teknologi)
Tapi maranehna palinter kana teknologi tapi maranehna masih loba keneh nu nyembah panon poe.
2. Bima
ieu teh wancahan tina (BImbingan MAnusa)
nagarana Munggul pawenang nyaeta Ngan Ukur unggul pawenang anu artian ngan ukur unggul sorangan.
Ieu ngaibaratkeun nagara India, manehna boga cara Pangobatan anu hade beda jeung barat tapi teu loba dikenal ku nagara lain.
3. Arjuna atawa janaka
janaka artina teu seurius / herey.
Nagarana ti madu kara
Madu = alus,bageur
kara = racun,goreng
jadi artina dina kaalusan(kabahagiaan) aya kasusah.
Ieu ngaibaratkeun nagara China ,lamun urang misalkeun gawe di Orang China heg dipercaya menta nanaon oge di bere lamun jang boros, tapi lamun jang usaha moal di bere.
4. Nakula
Nagarana Sawa jajana asal kecap salwa jajr anu artina moal katinggaleun,atawa bisa saimbang.
Ieu ngagambarkeun nagara Korea Selatan manehna bisa nyieun mobil pedah teu loba dikenal
5. Sadewa
Asal nagara tina Buni Retnayu anu artina nutupan kasalahan awewe.
Ieu ngagambarkeun nagara Korea Utara , Geus loba ayeuna di nagara Indonesia awewe anu atos jadi jablay.
Bapak pandawa nyaeta Prabu Kresna
Nagara Kresna nyaeta nagara Jenggala Manik
Jenggala asal kata tina jegala = begal anu hartosna Ngarebut (Merebut)
Manik nyaeta hideung upami di hartoskeun nyaeta Kulit hitam
nah ieu sifat nagara Amerika, bangsa AS geus pihariwangeun,ari nu sabenernamah orang amerika teh lain barodas tapi rada beureum jeung hideng.
Ieu ngagambarkeun suku di Amerika geus eleh ku bangsa Inggris
Aya lima Pandawa dina eta carita
- Darma kusumah atawa yudistira
Kusumah = nafsu
nagarana ngarana Indraprahasta anu artina
Indra =panca indra
Pra = saacan
Hasta = gawe
Nah ieu ngagambarkeun nagara Jepang, Manehna hirupna sauukur nafsu ngan mihareup duit.(teknologi)
Tapi maranehna palinter kana teknologi tapi maranehna masih loba keneh nu nyembah panon poe.
2. Bima
ieu teh wancahan tina (BImbingan MAnusa)
nagarana Munggul pawenang nyaeta Ngan Ukur unggul pawenang anu artian ngan ukur unggul sorangan.
Ieu ngaibaratkeun nagara India, manehna boga cara Pangobatan anu hade beda jeung barat tapi teu loba dikenal ku nagara lain.
3. Arjuna atawa janaka
janaka artina teu seurius / herey.
Nagarana ti madu kara
Madu = alus,bageur
kara = racun,goreng
jadi artina dina kaalusan(kabahagiaan) aya kasusah.
Ieu ngaibaratkeun nagara China ,lamun urang misalkeun gawe di Orang China heg dipercaya menta nanaon oge di bere lamun jang boros, tapi lamun jang usaha moal di bere.
4. Nakula
Nagarana Sawa jajana asal kecap salwa jajr anu artina moal katinggaleun,atawa bisa saimbang.
Ieu ngagambarkeun nagara Korea Selatan manehna bisa nyieun mobil pedah teu loba dikenal
5. Sadewa
Asal nagara tina Buni Retnayu anu artina nutupan kasalahan awewe.
Ieu ngagambarkeun nagara Korea Utara , Geus loba ayeuna di nagara Indonesia awewe anu atos jadi jablay.
Langganan:
Postingan (Atom)