Soal Problem solving bangun datar



Sebuah tanaman berbentuk  persegi panjang, jika dibagi  dua maka akan membentuk persegi, jika ditarik diagonal dengan arah yang sama dari kedua persegi tersebut akan membentuk jajaran genjang. Jika panjang persegi panjang 8m dan lebar 4m. Berapa perbandingan luas persegi, jajaran genjang,persegi panjang secara berturut-turut?

Soal Problem solving teorema pythagoras

1.       Sebuah taman berbentuk segitiga siku-siku dengan panjang hipotenusa 25m dan sisi-sisi lainnya 24 dan 8, sepenuhnya akan ditanami  rumput hias, jika biaya penanaman beserta rumputnya Rp.15.000,00 /m2. Berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk pemasangan rumput tersebut?

2.       Seorang pemadam kebakaran menyandarkan tangga yang panjangnya 25m pada dinding gedung bertingkat. Jarak kaki tangga terhadap dinding bagian bawah 7m. Berapa tinggi unjung tangga dari tanah?

Soal Perbandingan berbalik nilai



Sebanyak 150 ekor sapi dapat menghabiskan persediaan makanan yang ada dalam waktu 2 bulan. Jika 50 ekor sapi telah dijual berapa hari lagi persediaan makanan akan habis?

Soal Perbandingan senilai



Sebuah kendaraan dapat menempuh jarak 24 km dengan mengkonsumsi bensin 2 liter. Berapa liter bensin yang diperlukan untuk menempuh jarak 60km?

Jurnal Matematika Model Pembelajaran CORE (Connecting Organizing Reflexting Extending)

PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH
 MATEMATIS SISWA SMP MELALUI 
PEMBELAJARAN MATEMATIKA MODEL CORE  

Oleh: Ellisia Kumalasari Jurusan Pendidikan Matematika, MIPA STKIP Siliwangi Bandung 
Abstrak  
Penelitian ini bertujuan untuk menelaah perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis antara siswa yang mendapatkan pembelajaran matematika dengan pembelajaran model CORE dan siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan pembelajaran konvensional. Subyek populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMP dengan kriteria sekolah peringkat: baik, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran matematika dengan model CORE dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Selain itu, faktor peringkat sekolah tidak berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis tersebut. Pembelajaran dengan model CORE dapat menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat digunakan di Sekolah Menengah Pertama mana saja tidak tergantung tingkat peringkat sekolah.
 Kata kunci : CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending), Pemecahan Masalah Matematis.

Jurnal Matematika Model Pembelajaran GI

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE 
GROUP INVESTIGATION DALAM PENINGKATAN PEMBELAJARAN 
MATEMATIKA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS V SD 
Oleh: Siti Hanisah, Tri Saptuti, H. Setyo Budi
 FKIP, PGSD Universitas Sebelas Maret Kampus VI Kebumen
e-mail: sitihanisah5@gmail.com 
Abstract: 
The Use of Models Cooperative Learning Group Investigation type in Improveing Learning Mathematic about Fraction of V Grade Students SD. This study aimed to describe the use of models cooperative learning type group investigation in improving result learning mathematic of type V grade students. This study is the Classroom Action Research (CAR) which consists of three cycles, each cycle there are two meetings. The conclusions of this study is that the use of models cooperative learning type group investigation can improve the process and learning mathematic about fraction. The result show that improving value average of result learning every cycles. Keyword: Group Investigation, Learning Outcomes, Mathematic.
Abstrak:
Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Group Investigation dalam Peningkatan Pembelajaran Matematika tentang Pecahan pada Siswa Kelas V SD. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dalam meningkatkan pembelajaran matematika siswa kelas V. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari tiga siklus, masing-masing siklus ada dua pertemuan. Simpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dapat meningkatkan proses dan hasil belajar matematika tentang pecahan pada siswa kelas V. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata kelas hasil belajar siswa tiap siklus.
Kata Kunci: Grup investigasi, Hasil Belajar, Matematika.

Bilangan rasional menurut pandangan islam



v  Bilangan Rasional
Sebuah bilangan Rasional yang menakjubkan, Taukah kamu apa “GOLDEN RATIO” itu? Dalam bahasa kita, gonlen ratio bisa disepadankan rasio emas. Berapa besarkah rasio emas itu? Seorang matematikawan besar Italia, L Pisano Fibonacci (1170-1240) telah berhasil menguak “ratio emas” yang tersembunyi di balik sejumlah objek jagat raya ini. Lewat desain barisan bilangan yang ia ciptakan, ia berhasil menguak kebesaran Dzat Yang Maha Mengetahui lewat konstanta illahiyah yang di kenal dengan nama ratio emas dalam penciptaan mahkluk-mahluknya.
Q.S Al-Mulk 67 : 3-4
Masih ingatkah kamu bagaimana bentuk barisan Fibonacci itu ? Benar, Fibonacci memulai penyusunan barisan ini dengan angka 0 dan 1. Kemudian, ia meneruskan kelahiran suku berikutnya dengan cara menjumlahkan dua angka sebelumnya. Lihatlah keindahan karyanya
0,1,1,2,3,5,8,13,21,34,55,89,144,233,377,610,987,1597,2584, dan seterusnya.
Angka Fibonacci memiliki satu sifat menarik. Jika kamu membagi satu angka dalam barisan tersebut dengan angka sebelumnya, maka akan kamu dapatkan sebuah angka hasil pembagian yang besarnya sangat mendekati satu sama lain. Bahkan angka ini cenderung bernilai tetap setelah angka ke 13 dalam deret tersebut. Mengapa bisa demikian? Angka ini, selanjutnya dikenal sebagai golden ratio atau rasio emas.
233/144                = 1,618

2584/1597           = 1,618
Dimana rasio emas bersembunyi ? jika antara pusar dan telapak kaki di anggap 1 unit maka tinggi seorang manusia setara dengan 1, 618 unit. Beberapa rasio emas lain pada tubuh manusia rata-rata adalah :
1.       Jarak antara ujung jari dan siku dibanding dengan jarak antara pergelangan tangan dan siku
2.       Jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala di banding dengan panjang kepala
3.       Jarak antara pusar dan ujung atas kepala dibanding jarak antara garis bahu dan ujung atas kepala
4.       Jarak antara pusar dan lutut disbanding dengan jarak antara lutut dan telapak kaki
Q.S Adz-Dzariyat 51 : 20-21

Anda Pengunjung ke :