Penasaran.......Langsung saja download link dibawah ini
DOWNLOAD SCARY MOVIE
Penasaran.......Langsung saja download link dibawah ini
TES LOWONGAN CPNS
Suatu hari, si Aang, Budi dan Caca datang ke kantor untuk mengikuti tes CPNS.
Hari itu materinya wawancara lisan. Satu persatu mereka dipanggil
pewawancara.
Si Aang memasuki ruangan.
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Aang: “250, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi”
Si Aang keluar ruangan.
Si Budi memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Budi: “150, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara.”
Si Budi keluar ruangan.
Si Caca memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Si Caca: “Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan”
Pewawancara: “OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian.”
Si Aang memasuki ruangan.
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Aang: “250, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda bermental korupsi”
Si Aang keluar ruangan.
Si Budi memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Budi: “150, Pak”
Pewawancara: “Maaf, Anda tidak diterima. Alasannya, Anda merugikan negara.”
Si Budi keluar ruangan.
Si Caca memasuki ruangan
Pewawancara: “Berapa 100 ditambah 100?”
Si Caca: “Terserah Bapak. Saya siap melaksanakan”
Pewawancara: “OK! Anda diterima sebagai PNS! Alasannya, Anda penuh pengertian.”
TABLET YANG MURAH
Pembeli: “Berapa harga iPad itu mba’?”
Pedagang: “6 juta”
Pembeli: “Kalau harga iPad 2 ?”
Pedagang: “8 juta”
Pembeli: “Kalau Galaxy Tab 1 yang itu ?”
Pedagang: “3 juta”
Pembeli: “Mmmm… yang Galaxy 2 ?”
Pedagang: “Kalau itu 5 juta”
Pembeli: “Waaah mahal ya? Ada tablet yang murah gak?”
Pedagang: “Ada, PARAMEX Rp. 2.500,- dapat 4 tablet”
Pedagang: “6 juta”
Pembeli: “Kalau harga iPad 2 ?”
Pedagang: “8 juta”
Pembeli: “Kalau Galaxy Tab 1 yang itu ?”
Pedagang: “3 juta”
Pembeli: “Mmmm… yang Galaxy 2 ?”
Pedagang: “Kalau itu 5 juta”
Pembeli: “Waaah mahal ya? Ada tablet yang murah gak?”
Pedagang: “Ada, PARAMEX Rp. 2.500,- dapat 4 tablet”
BERHASIL SEMBUNYI
A: Kenapa badak kukunya warna merah?
B: Mmm… apa ya… ‘gak tau…
A: Biar bisa sembunyi di balik pohon apel…
B: Ah bohong… mana ada badak sembunyi di balik pohon apel?
A: Gak pernah lihat ‘kan?… berarti dia berhasil sembunyi…
B: Mmm… apa ya… ‘gak tau…
A: Biar bisa sembunyi di balik pohon apel…
B: Ah bohong… mana ada badak sembunyi di balik pohon apel?
A: Gak pernah lihat ‘kan?… berarti dia berhasil sembunyi…
JUMLAH KAKI BURUNG ONTA
Saat pulang dari sekolah, Tutut sangat bergembira karena memperoleh hadiah dari gurunya.
“Tutut diberi hadiah Ibu Guru, Mam.”
“Kenapa Ibu Guru memberimu hadiah?”
“Karena Tutut memberi jawaban yang benar. Bu Guru bertanya berapa jumlah kaki burung Onta dan Tutut menjawab tiga.”
“Lho… bukankah kaki burung Onta itu jumlahnya dua?”
“Iya sih… tapi teman-teman sekelas menjawab empat. Tutut yang menang, soalnya jawabannya yang paling dekat!”
“@#$%^$&**”
“Tutut diberi hadiah Ibu Guru, Mam.”
“Kenapa Ibu Guru memberimu hadiah?”
“Karena Tutut memberi jawaban yang benar. Bu Guru bertanya berapa jumlah kaki burung Onta dan Tutut menjawab tiga.”
“Lho… bukankah kaki burung Onta itu jumlahnya dua?”
“Iya sih… tapi teman-teman sekelas menjawab empat. Tutut yang menang, soalnya jawabannya yang paling dekat!”
“@#$%^$&**”
UNGKAPAN BAHASA SEDERHANA
Seorang pria mengeluh kepada dokternya bahwa ia punya sebuah penyakit
yang aneh, yaitu tidak bisa mengerjakan perkerjaan-pekerjaan rumah yang
seharusnya dia lakukan.
Setelah sang dokter memberikan penjelasan yang lengkap tentang penyakitnya itu, si pria itu berkata, “Baik, dok. Saya bisa mengerti itu. Tapi, tolong sekali lagi jelaskan kepada saya dengan bahasa yang lebih sederhana tentang penyakit saya ini!”
“Baik! Dengan bahasa sederhana…”, jawab sang dokter, “Anda Malas!”
“Oke!”, kata si pria itu. “Sekarang, beritahu saya istilah medisnya, sehingga saya bisa memberitahukan kepada istri saya!”
Setelah sang dokter memberikan penjelasan yang lengkap tentang penyakitnya itu, si pria itu berkata, “Baik, dok. Saya bisa mengerti itu. Tapi, tolong sekali lagi jelaskan kepada saya dengan bahasa yang lebih sederhana tentang penyakit saya ini!”
“Baik! Dengan bahasa sederhana…”, jawab sang dokter, “Anda Malas!”
“Oke!”, kata si pria itu. “Sekarang, beritahu saya istilah medisnya, sehingga saya bisa memberitahukan kepada istri saya!”
MENYUNAT NYAMUK
Ada 3 pendekar yang sedang pamer kebolehan.
Pendekar 1: “Lihat, lalat sedang terbang saya sabet pakai rencong, dua sayapnya putus!!!”
Pendekar 2: “Lihat, lalat saya sabet pakai badik, badannya putus jadi 2!!!”
Pendekar 3: “Lihat seekor nyamuk sedang terbang saya sabet pake clurit.”
Nyamuk itu tidak jatuh, tetapi terbang dan berputar-putar.
Pendekar 1 dan 2: “Wah…, sabetan clurit anda tidak kena. Lihat nyamuknya masih terbang dan berputar-putar di atas kepala saudara.”
Pendekar 3: “Eeiit jangan salah! Saya memang tidak bermaksud membunuh nyamuk itu. Sabetan saya cuma menyunat anunya doang. Coba tangkap, pasti anunya tidak ada lagi.”
Pendekar 1: “Lihat, lalat sedang terbang saya sabet pakai rencong, dua sayapnya putus!!!”
Pendekar 2: “Lihat, lalat saya sabet pakai badik, badannya putus jadi 2!!!”
Pendekar 3: “Lihat seekor nyamuk sedang terbang saya sabet pake clurit.”
Nyamuk itu tidak jatuh, tetapi terbang dan berputar-putar.
Pendekar 1 dan 2: “Wah…, sabetan clurit anda tidak kena. Lihat nyamuknya masih terbang dan berputar-putar di atas kepala saudara.”
Pendekar 3: “Eeiit jangan salah! Saya memang tidak bermaksud membunuh nyamuk itu. Sabetan saya cuma menyunat anunya doang. Coba tangkap, pasti anunya tidak ada lagi.”
SEDIH MEMPUNYAI CUCU
Hari ini istri Budi akan melahirkan. Budi, istrinya, serta kedua
orangtuanya segera berangkat ke RS Bersalin. Di RSB istri Budi segera
masuk ke ruang ICU untuk melahirkan. Budi dan orangtuanya menanti di
luar R.Operasi dan menanti dengan segenap perasaan campur aduk…Senang,
Takut, Gelisah, Bahagia, dll.
Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi. Dokter keluar ruangan dan menyatakan bahwa bayi dan istri Budi dalam keadaan sehat wal’afiat. Budi girang bukan main, ia segera masuk menemui istrinya. Namun di luar ayah Budi nampak termenung dan sedih. Melihat itu Budi bertanya kepada ayahnya…
BUDI: “Knapa ayah bersedih? Tak senangkah ayah melihat saya memiliki anak?”
AYAH: “Tidak. Ayah senang kamu memiliki anak dan ayah memiliki seorang cucu.”
BUDI: “Lantas apa yg ayah sedihkan?”
AYAH: “Hufff… Karena berarti mulai hari ini ayah akan tidur seranjang dengan nenek – nenek.”
IBU : “Emang gue sudi tidur ama kakek – kakek???!!!
Tak lama kemudian terdengar tangisan bayi. Dokter keluar ruangan dan menyatakan bahwa bayi dan istri Budi dalam keadaan sehat wal’afiat. Budi girang bukan main, ia segera masuk menemui istrinya. Namun di luar ayah Budi nampak termenung dan sedih. Melihat itu Budi bertanya kepada ayahnya…
BUDI: “Knapa ayah bersedih? Tak senangkah ayah melihat saya memiliki anak?”
AYAH: “Tidak. Ayah senang kamu memiliki anak dan ayah memiliki seorang cucu.”
BUDI: “Lantas apa yg ayah sedihkan?”
AYAH: “Hufff… Karena berarti mulai hari ini ayah akan tidur seranjang dengan nenek – nenek.”
IBU : “Emang gue sudi tidur ama kakek – kakek???!!!
DISENGAT LEBAH
Ada seorang pasien yang hidungnya bengkak mendatangi seorang dokter.
Dokter: Lebah?
Pasien: Betul.
Dokter: Hinggap?
Pasien: Benar.
Dokter: Menyengat?
Pasien: Belum sempat. Sebelum sempat menyengat, sepupuku menghantamnya dengan sekop.
Dokter: Lebah?
Pasien: Betul.
Dokter: Hinggap?
Pasien: Benar.
Dokter: Menyengat?
Pasien: Belum sempat. Sebelum sempat menyengat, sepupuku menghantamnya dengan sekop.
ORANG BUTA DAN ANJINGNYA
Seorang buta sedang berjalan dengan seekor anjing sebagai penunjuk
jalan. Pada sebuah persimpangan yang ramai si anjing yang nggak peduli
dengan deru lalu lintas yang ramai, dia terus saja membawa si orang buta
menyeberang di tengah keramaian lalu lintas.
Bunyi derit ban mobil yang direm mendadak dan klakson pun langsung terdengar hingar-bingar, pengendara-pengendara yang panik mencoba meneriaki supaya mereka minggir.
Akhirnya si orang buta dan anjingnya sampai pada trotoar. Kemudian si orang buta mengambil kue dari kantongnya dan memberikan kepada anjingnya. Seorang yang kebetulan melihat kejadian itu bilang, “Kenapa kamu masih berikan roti kepada anjingmu padahal baru saja dia hampir membuat kamu mati!”
Si orang buta bilang, “Saya hanya pengen tahu sebelah mana kepala si anjing kampung ini, biar bisa kupentung kepalanya.”
Bunyi derit ban mobil yang direm mendadak dan klakson pun langsung terdengar hingar-bingar, pengendara-pengendara yang panik mencoba meneriaki supaya mereka minggir.
Akhirnya si orang buta dan anjingnya sampai pada trotoar. Kemudian si orang buta mengambil kue dari kantongnya dan memberikan kepada anjingnya. Seorang yang kebetulan melihat kejadian itu bilang, “Kenapa kamu masih berikan roti kepada anjingmu padahal baru saja dia hampir membuat kamu mati!”
Si orang buta bilang, “Saya hanya pengen tahu sebelah mana kepala si anjing kampung ini, biar bisa kupentung kepalanya.”
Langganan:
Postingan (Atom)