DIKASIH LUDAH

Ipung lagi… Ipung lagi…
Setelah kisah takut ditinggal ke luar dan kisah lampu sarung, maka kali ini si Ipung sudah besar dan sudah masuk SD.
Suatu hari, akan diadakan ujian… namun guru berbaik hati…
GURU: “Coba kalian hapalkan dulu ya, Ibu kasih waktu 15 menit untuk menghapal…”
Semua murid membaca buku catatannya dengan serius.
Tapi Ibu guru memperhatikan hal yang cukup unik, Ipung membaca buku catatan sambil melakukan sesuatu yaitu meludah di tangannya dan mengeluskan tangan tersebut di kepalanya… terus berulang-ulang.
Akhirnya karena penasaran, ibu Guru pun bertanya…
GURU: “Ipung, kamu sedang apa?”
IPUNG: “Menghapal, bu Guru…”
GURU: “Tapi kok sambil ngelus-ngelus kepala pake ludah gitu?”
IPUNG: “Ibu saya suka bilang sama bapak, biar gampang masuknya dikasih ludah aja kepalanya…”
GURU: “Ohhhh… Ternyata Ipung masih tidur bareng ibu dan bapaknya…”
Maklum, rumah tipe 21…

DOKTER DAN TUKANG

Seorang dokter baru pulang ke rumah tengah malam, dan menemukan toiletnya mampet.
Dia berkata kepada istrinya, “Biar saya telepon Pak Broto tukang langganan kita.”
“Jam 2 pagi mau nelpon tukang? Yang benar aja, Pa!”
“Lha memangnya kenapa? Saya juga sering dipanggil pasien jam segini.”
Jadi dia menelpon sang tukang, yang ngomel-ngomel karena harus datang jam segitu. Si Dokter kembali mengatakan hal yang sama, “Saya sering dipanggil tengah malam, kenapa Anda tidak?”
Pukul 3.30 sang tukang tiba dengan mata merah. Sang dokter mengantarnya ke toilet yang mampet itu. Si tukang mengambil 2 butir tablet dari sakunya, menjatuhkannya ke dalam toilet dan berkata, “Kalau tidak ada perubahan, telepon saya nanti siang!”
http://www.malau.net/page/9/

ANDI KECIL

Suatu hari di kelas 1 sebuah Sekolah Dasar…
Ibu Guru: “Siapa yang bisa menjawab pertanyaan ibu, boleh pulang duluan.”
Tiba-tiba terdengar suara kentut… “TUUUTT…!!!”
Ibu Guru: “Eh buset…, siapa itu tadi yang kentut?”
Andi kecil: “Saya, bu!!! Jawaban saya benar, saya boleh pulang duluan kan, HORREE…!!!”
Ibu Guru: @_@

ANDI KECIL PULANG PAGI

Mamah: “Andi, kok tumben kamu jam segini udah pulang, sayang?”
Andi kecil: “Iya mah, tadi di kelas waktu ibu guru bertanya, Andi angkat tangan dong, hihihi…”
Mamah: “Wuidih, pinter anak mamah… Emang ibu guru tanya apaan, sayang?”
Andi kecil: “Siapa tadi yang ngintipin ibu pipis di toilet saat istirahat?!?”
Mamah: @__@

ANDI KECIL DAN HANTU

Andi kecil: “Ayah, apakah hantu itu benar-benar ada?”
Gepenk: “Tidak nak, hantu itu tidak ada. Hantu hanyalah cerita bohongan yang ada di film dan di tivi.”
Andi kecil: “Tapi ayah, pembantu kita bilang jika hantu itu benar-benar ada.”
Gepenk: “Nak, cepat kemasi semua barangmu, dan bilang pada ibumu kita akan pindah dari sini, cari kontrakan baru.”
Andi kecil: “Tapi, kenapa ayah?”
Gepenk: “KITA TIDAK PUNYA PEMBANTU, NAK!!!”

KITA SERAHIN SAMA YANG DIATAS

Ada sepasang pria dan wanita yang sedang ingin ML di sebuah rumah kosan yang mereka tempati.
Pria: “Yank ayo dong aku udah ga tahan nih…”
Wanita: “Aduh yank aku sih mau tapi aku takut yank…”
Pria: “Takut apa sih yank cepet dong udah ga tahan nih!!! Tuh liat…”
Wanita: “Duh iya yank aku udah liat punya kamu, tapi aku takut…”
Pria: “Takut apa sih yank.”
Wanita: “Takut kalo nanti aku hamil.”
Pria: “Ya kita serahin aja sama yang di atas sayang.”
wanita tersebut pun mulai tenang, di tengah-tengah mereka sedang ingin memulai ML, diketoklah kamar mereka oleh seorang pria, dan pria itu berkata, “ENAK AJA LU MAEN SERAHIN KE GW, KAN GW CUMA NGINTIP LU BERDUA DARI ATAS… SIAL LU PADA!!!”

MINTA NAIK BERAPA

Suatu hari, seorang wanita pembantu rumah tangga mendatangi majikan perempuannya.
Pembantu: “Nyonya, saya mau minta naik gaji…”
Nyonya: “Kenapa saya harus menaikkan gaji kamu?”
Pembantu: “Ada 3 alasan nyonya… Pertama saya membersihkan rumah lebih bersih daripada nyonya.”
Nyonya: “Siapa yang bilang?”
Pembantu: “Tuan yang bilang nyonya.”
Nyonya: “Oh…”
Pembantu: “Kedua, saya memasak lebih enak daripada nyonya.”
Nyonya: “Siapa yang bilang?”
Pembantu: “Tuan yang bilang.”
Nyonya: “Oh…”
Pembantu: “Ketiga, saya di ranjang lebih hebat daripada nyonya.”
Nyonya: “Oh!!! Apa tuan juga yang bilang!?!”
Pembantu: “Bukan nyonya, tapi tuan sebelah rumah yang bilang, kalo nyonya kurang hebat di ranjang.”
Nyonya: “Ssssstt!!! Kamu minta naik berapa???”

KISAH SI UDIN

Udin yang asli Jakarta mendapat hadiah undian untuk berlibur ke New York. Setelah sampai di sana Udin pun masuk ke sebuah bar, dia melihat seorang pria berkata kepada bartender, “JACK DANIELS, SINGLE”. Lalu bartender memberikan segelas minuman yang dimaksud.
Tak lama kemudian datang lagi pria lain dan berkata kepada bartender, “JOHNNY WALKER, SINGLE”. Lalu bartender memberikan segelas minuman yang dimaksud.
Udin pun mengamati 2 pria tersebut dengan seksama dan tak lama kemudian dengan percaya diri Udin pun berkata kepada bartender “UDIN BIN SANUSI, MARRIED”.
Bartender: !*#$%^&()(*&^

NENEK DAN CUCU

Cucu: “Nek… ceritain donk tentang zaman mudanya nenek?”
Nenek: “Hmm… Iya dehh, dulu itu waktu nenek masih muda, kalo ke supermarket cuma bawa uang 10 perak, sudah dapat susu, gula, mie instant, pokoknya dapat banyak belanjaan.”
Cucu: “Wahh hebat yaa, kalo sekarang nek?”
Nenek: “Kalo sekarang sudah susah, soalnya sudah banyak CCTV.”

DOKTER SPESIALIS

Seorang dokter sedang menangis tersedu-sedu di depan sebuah makam yang tanahnya masih merah. Uniknya di pusara makam terletak batu nisan berbentuk “HATI” yang cukup besar dan mencolok.
Ustadz: “Sudah, ikhlaskan saja, jangan terus menangis…”
Doketr: “Ustadz, gimana saya tidak sedih. Bagaimana kalau saya yang mati?”
Ustadz: “Semua orang pasti mati, Dok!”
Dokter: “Begini lho, Ustadz, yang mati ini teman saya. Kami para kumpulan Dokter Spesialis sudah sepakat, siapa saja di antara kami yang mati maka akan dibuatkan batu nisan dengan gambar sesuai bidang spesialis yang kami tekuni.”
Ustadz: “Ooo… teman dokter yang mati ini apa spesialisnya?”
Dokter: “Dia spesialis HATI. Makanya batu nisan dia berbentuk hati.”
Ustadz: “Lalu apa yang membuat anda begitu khawatir?”
Dokter: “Lahh, kalau saya mati, gak bisa ngebayangin batu nisan yang akan dibuat untuk saya…”
Ustadz: “Emang dokter spesialis apa?”
Dokter: “Saya kan Dokter spesialis KELAMIN, Pak Ustadz!!”
Ustadz: “Astaghfirullah haladzim…” (sambil mikir) “Gak apa-apa, tenang aja, entar dipakein celana dalam…”

Anda Pengunjung ke :