MERANGKAK

Daud : Semalam kamu berantem dengan istrimu?
Victor : Ya… benar…. Tapi sudah selesai, saya yang menang! Ia merangkak persis di hadapanku sambil merengek.
Daud : Oh… Ya… Dia merengek apa?
Victor : Dia merengek, “HAI PENGECUT, KELUAR KAU DARI KOLONG RANJANG!!!”

KOTAK-KOTAK DAN KUMIS

Tim sukses dari FOKE cagub DKI, protes keras ke Panwaslu dan MK, tentang kecurangan-kecurangan keberpihakan KPUD kepada salah satu pasangan calon.
Akibatnya Pilkada DKI dinilai tidak fair dan tidak jujur, panitia dituduh terang-terangan memihak dan mendukung calon tertentu. Dan bukti yang mereka ajukan sebagai berikut:
1. Taplak meja di TPS, semua bermotif KOTAK-KOTAK, tidak ada yang bermotif KUMIS.
2. Meja, semua berbentuk KOTAK, tidak ada yang berbentuk KUMIS.
3. Bilik suara juga berbentuk KOTAK, tidak ada yang berbentuk KUMIS.
4. Yang disediakan hanya KOTAK-KOTAK suara, tidak ada KUMIS-KUMIS suara.
5. Makan yang dibagikan nasi KOTAK, bukan nasi KUMIS.
6. Kue/snack yang disediakan, juga KOTAK bukan kue KUMIS.
7. Minum pun lebih banyak teh KOTAK, tidak ada teh KUMIS… dan kalau menang pun akan dihibur oleh Band KOTAK, bukan Band KUMIS…

KUPU-KUPU MALAM

Oma sakit dibawa ke dokter umum oleh opa… sampai di sana pasien yang antri banyak sekali.
Opa bosan, akhirnya opa membawa oma ke dokter hewan. Waktu masuk, Dokter bertanya, “Binatang apa yang sakit opa?”
Opa jawab, “Oma yang sakit dok…”
Dokter bilang, “Loh…! Di sini dokter hewan opa bukan dokter umum.”
Opa jawab, “Gak apa-apa dok! Periksa saja, karena oma ini dulunya kupu-kupu malam.”

BOHONGIN ORANG

Cewek: Mas kerja di mana?
Cowok: Saya cuma usaha beberapa hotel bintang 4 dan 5 di Jakarta dan Bali…
Cewek: (WAW… Konglomerat pasti!)… Mas tinggal dimana?
Cowok: Pondok Indah Bukit Golf…
Cewek: (WAW kereenn… Rumah Orang-orang “The Haves”) Pasti gede rumahnya yah…?
Cowok: Ngga ah… Biasa aja koq…cuma 3000 m2…
Cewek: (Busett!) Pasti mobilnya banyak yah…?
Cowok: Sedikit koq… Cuma ada Ferrari. Jaguar. Mercedes. BMW. Mazda…
Cewek: (Wah cowok idaman gue nihh!!) Mas uda punya istri…?
Cowok: Hmm… Sampai saat ini belum tuh… hehe…
Cewek: (Enak juga nih kalu gue bisa jadi bininya…) Mas merokok??
Cowok: Tidak… rokok itu tidak bagus untuk kesehatan tubuh…
Cewek: (Wah sehat nihh!) Mas suka minum-minuman keras?
Cowok: Tidak donk…
Cewek: (Gilee… Cool abissss!!) Mas suka maen judi??
Cowok: Nggak… ngapain juga judi? ngabisin duit aja
Cewek: (Ooohhhh… So sweett…) Mas suka dugem gitu ga??
Cowok: Tidak tidak…
Cewek: (Iihh… sholeh banget nih cowok!) Mas udah naik haji?
Cowok: Yah… baru 3x dan umroh paling 6x…
Cewek: (Subhanallah… calon surgawi…) Hobinya apa sih mas?
Cowok: BOHONGIN orang…
Cewek: #$%*^!!!!!!…GeDUMBRAN6…

MULAI DARI BAWAH

Ada seorang emak yang kuatir banget sama hobby jelek anak cowoknya yang masih kelas 5 SD bernama Otong. Hobby di Otong itu gak lain adalah suka ngintipin cewek yang lagi mandi. Si Emak kuatir kalau yang diintipin nyadar, terus is Otong ditabokin sama orang-orang.
Pada satu hari, si Emak nasehatin si Otong.
Emak: “Tong, Emak cuma mo kasih tau aja nich… Loe tu ye, jangan suka ngintipin cewek lagi mandi… Nanti loe dikutuk jadi batu baru nyaho loe…”
Otong kaget dan kemudian langsung sungkem ama Emaknya… Sambil sesenggukan dia pun minta maaf sama si Emak.
Otong: “Ampuuuuuunnnnn… Mmmmaaaaakkkkk… Ampuuuunnnnn… Otong janji gak akan berani ngintip-ngintip cewek mandi lagi.”
Emak: “Baguslah tong… kalau loe dah insyaf… Berarti sekarang loe udah tau kalau perbuatan loe itu salah…”
Otong: “Iya mak… Sekarang Otong sadar… Pantesan aja yah mak, kalau pas Otong lagi ngintip cewek mandi, sedikit demi sedikit ‘burung’ Otong mulai mengeras Mak… Itu berarti, proses kutukan ngebatunya mulai dari bawah ya Mak…!?!?!?

JAM KORUPSI

Di depan gerbang surga, banyak manusia yang mengantri untuk diadili oleh Tuhan…
Sambil mengantri, manusia yang baru pertama kali ke depan gerbang surga itu pun takjub, melihat di tembok gerbang surga terdapat JAM dan label negara-negara di dunia…
Tapi ada yang aneh dari jam tersebut, setiap negara mempunyai kecepatan putaran yang berbeda dengan jam negara lainnya… Melihat hal yang unik itu, salah seorang dari mereka bertanya,
Orang Filipina: “Malaikat, knapa tuh kok jamnya beda-beda muternya?”
Malaikat: “Oh kecepatan putaran itu bedasarkan tingkat korupsi negara anda, semakin cepat berarti semakin besar tingkat korupsi di negara anda.”
Orang Filipina: “Ooohhh begitu… (sambil berbisik ke yang lain) emang bener kata orang, si Estrada korupnya gila-gilaan… Tuh jam jadi bukti…”
Orang Thailand: “Wah brengsek! Ternyata Somchai Wongsawat juga korupsi! Pantes negara gue miskin!!”
Orang Singapore: “Hahahah jam negara gue Slow banget tuh… Kebukti negara gue bersih dari yang namanya Korupsi… Hahahaha”
Orang Indonesia: (melihat sekeliling, ga menemukan jam negaranya). Lalu dia pun bertanya, “Malaikat, kenapa jam negara saya ga adaaaa??? Saya tidak melihat adanya jam negara sayaaa…”
Malaikat: “Maaf, anda dari negara mana?”
Orang Indonesia: “Indonesia.”
Malaikat: “Sebelumnya saya minta maaf atas ketidaksopanan ini. Coba lihat kesana… Jam negara Anda kami pakai sebagai kipas angin…”

http://www.malau.net/page/5/

MASIH JAUH

Ustadz: “Eh… kamu ga malu, udah besar belum bisa ngaji?”
Pemuda: “Emang masalah buat pak ustadz…?”
Ustadz: “Anak saya saja baru TK sudah hafal banyak surat-surat pendek…”
Pemuda: “Trus, saya harus bilang WOWW gitu…???”
Ustadz: “Sabaar… kita mulai dari huruf Aliif, Baa, Taa… dan seterusnya, huruf WAUW masih jauh!”

YANG LALU BIARLAH BERLALU

1. Komunikasi
Pak Guru: “Budi! Di mana letak Jantung?”
Budi: “Gak tau Pak”
Pak Guru: “Bodoh! Keluar!”
Budi: *keluar sebentar dan masuk lagi* “Pak, di luar juga gak ada Jantung…”
2. Ngerjain PR
Bu Guru: “Kenapa telat?”
Murid: “Saya dicopet Bu.”
Bu Guru: “Terus kamu ga apa-apa?”
Murid: “Ga apa-apa Bu.”
Bu Guru: “Apa yang hilang?”
Murid: “Buku PR Bu.”
3. Lupa Pelajaran
Bu Guru: “Siapa yang ingat pelajaran minggu lalu?”
*hening*
Bu Guru: “Budi? Kamu ingat?”
Budi: “Sudahlah Bu! Yang lalu biarlah berlalu…”
4. Nyontek
Pak Guru: “Usro, jangan nyontek!”
Usro: “Gak Pak”
Pak Guru: “Terus ngapain nengok-nengok ke Jojo?”
Usro: “Ini soal-soalnya kayaknya sama Pak. Jadi saya cuma mencocokkan jawaban!”
5. Curang
Bu Guru: “Oke, siapa yang bisa jawab boleh pulang.”
*murid lempar tas ke jendela*
Bu Guru: “Siapa yang lempar tadi?!”
Murid: “Saya bu! Horee bisa pulang!”
6. Merokok
Budi: “Jo, lu kok ngerokok mulu!”
Johan: “Emang kenapa?”
Budi: “Ga takut mati apa!?”
Johan: “Tenang, gue bawa korek! kalo mati, gue nyalain lagi!”
7. Ajaran Ortu
Bu Guru: “Usro, setelah 7 berapa?”
Usro: “8, 9, 10, Bu”
Bu Guru: “Bagus! Siapa yang ajarin?”
Usro: “Bapak aku Bu!”
Bu Guru: “Terus, setelah 10 apa?”
Usro: “Jack, Queen, King, Bu!”
8. Dukungan Keluarga
Bapak: “Usro, kalo UAN ini kamu gagal lagi ga usah kenal sama Bapak!”
*Setelah UAN*
Bapak: “Usro, gimana UAN kamu?”
Usro: “Maaf, bapak siapa ya?”

TUHAN DIRUMAH

Seorang anak bertanya pada ibunya,
Andi kecil: “Mama, apakah Tuhan menginap di rumah kita?”
Mama: “Tentu tidak, nak…, Tuhan itu tempatnya di surga, sayang…”
Andi kecil: “Tapi, ma…”
Mama: “Apalagi, Andi…?”
Andi kecil: “Kemaren sore Andi dengar suara papa di kamar pembantu kita ngomong gini: Oh Tuhan…, tubuh kamu bagus bangeett…”
Mama: @_@ !!!

PINTU PORTAL

Suatu sore empat ibu-ibu arisan asyik berbincang mengenai urusan ranjang.
Bu Lilis: Aku tuh semalam protes sama suamiku. “Kenapa cepet banget keluarnya? Aku kan belum puas!” Eh suamiku menjawab “Aku ini tentara, Dik. Sekali keluar senjata, langsung tembak. Apalagi dalam keadaan terjepit…!”
Gak mau kalah, Bu Inna langsung menimpali: Ya, Jeng… Sebaliknya saya juga protes ke suami saya: “Kenapa sih Mas, lama banget keluarnya. Dengkulku sampai mau copot, capeeeek…!” Eh, suamiku jawab gini: “Aku ini polisi, Dik… Menembak itu tindakan paling akhir, kalau tidak ada alternatif lain…!”
Bu Ani, yang suaminya anggota Satpol PP, juga menanggapi: Itu sih masih bagus, Bu. Lha saya tiap malam diobrak-abrik, tapi nggak ditembak-tembak…!
Bu Titik, yang suaminya Satpam Parkir sambil manyun berkata: Ah… Ibu-Ibu mbok jangan suka mengeluh. Itu semua sih masih belum seberapa. Lha saya ini tiap malam cuma dibuka-tutup doang. Emangnya saya pintu portal?

http://www.malau.net/page/3/

Anda Pengunjung ke :